Posted on

Sebenarnya apa itu conversational commerce, dan bagaimana cara kerja dari fitur tersebut? Mungkin sebagian dari Anda kurang menyadari bahwa fitur yang satu ini sudah sejak lama digunakan, terutama ketika Anda melakukan pembelanjaan online atau pemesanan online lainnya. Ulasan kali ini akan sedikit membahasnya untuk Anda.

Pengertian Conversational Commerce

Sebenarnya conversational commerce, ini sudah ada sejak tahun 2015, ketika diperkenalkan oleh Chris Messina dalam tulisannya, istilah ini mulai booming, dan digunakan oleh banyak pebisnis online. Tidak lain adalah perilaku dinamis dari para konsumen yang melibatkan percakapan antara 2 belah pihak. Yaitu pihak penjual dan pihak pembeli atau konsumen. Tentu saja kegiatan percakapan ini akan dilakukan secara online atau yang kerap disebut dengan online chat. Misalnya saja pembeli mengkonfirmasi produk yang akan dipesan pada pihak penjual, melalui aplikasi pemesanan dan juga situs e-commerce yang ada. Atau juga kegiatan pembelian lainnya, termasuk merekomendasikan produk yang diminta oleh pihak konsumen.

Cara kerja Conversational Commerce

Adapun cara kerja dari Conversational Commerce ini sendiri tidak terlalu sulit. Biasanya fitur yang satu ini ada di berbagai macam marketplace, website yang menawarkan layanan e-commerce, atau layanan online lain, yang ingin menjembatani pembicaraan antara pihak penjual dan pembeli secara langsung, dan cepat.

  1. Pertama-tama pastikan pihak penjual akan menyediakan fitur live chat, atau online chat. Aktivasi fitur ini sendiri, tergantung kemampuan dari pihak penjual tersebut. Bisa selama 24 jam penuh, bahkan 7 hari seminggu, atau setidaknya hanya pada jam kerja saja.
  2. Sedikit informasi jika Anda ingin memberikan layanan penuh, selama 24 jam. Maka fitur chatbot, dapat dipilih. Layanan ini juga mampu memberikan jawaban secara cepat, pada para pelanggan. Selain itu sistem ini sudah mampu melakukan personalisasi, atau menjawab pertanyaan sesuai dengan yang diajukan.  
  3. Setelah fitur chat selesai diberikan, baik itu di website, di halaman penjualan online dan yang lainnya. Berikutnya, siapkan layanan pancingan pertanyaan, maksudnya agar para pelanggan atau pembeli tahu akan layanan tersebut. Adapun bunyi dari layanan pancingan pertanyaan tersebut bisa beragam, seperti “selamat datang di toko online kami, silahkan berbelanja….” atau kata yang paling umum seperti “apakah ada yang bisa kami bantu!”, atau juga aneka kata lainnya.
  4. Jika ada konsumen yang ingin mengajukan pertanyaan, maka para pelanggan atau konsumen, dapat langsung mengetikan aneka pertanyaan atau hal yang dirasa kurang jelas lainnya tentang produk yang dicari pada kolo pertanyaan tersebut.
  5. JIka dilihat dari standar SOP, maka jarak waktu dari pertanyaan ke waktu jawaban yang paling tepat, atau sebaiknya dilakukan adalah sekitar 30 detik. Sehingga para pelanggan tidak perlu menunggu jawaban terlalu lama.
  6. Berikutnya pihak penjual, akan memberikan jawaban sesuai dengan pertanyaan yang dilayangkan. Juga melalui aplikasi chat yang dimaksud.

Tentunya tidak sulit bukan, untuk menggunakan conversational commerce di aplikasi pembelian online, atau yang lainnya! Pastikan Anda menggunakannya dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *